Minuman Sehat; Teh Alfalfa Penetral Kolesterol di Salsabila
Sate kambing merupakan salah satu makanan khas di Kota dan Kabupaten Tegal. Hampir di setiap tempat dapat dijumpai warung makan yang menjual sate kambing. Salah satu warung sate kmbing di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, adalah Warung Salsabila.
Di tempat itu, pembeli bisa menikmati sate kambing dengan harga Rp 1.000 per tusuk. Selain itu, Warung Salsabila juga menyediakan paket hemat kepada pembeli seharga Rp 8.500 per porsi.
Paket hemat (pahe) itu terdiri dari dua jenis, yaitu pahe sop dan pahe gulai. Satu porsi pahe berisi satu piring nasi, lima tusuk sate kambing, sop atau gulai, dan satu gelas air mineral. Selain itu, tersedia ayam bakar dengan harga Rp 4.000 per potong.
Tempat yang tersedia bagi pengunjung pun cukup lapang. Suasana di rumah makan itu pun tak terlalu bising sebab Warung Salsabila tidak terletak di pinggir jalan utama.
Satu hal yang menjadikan rumah makan itu berbeda dengan rumah makan sate kambing lain adalah kehadiran minuman yang dipercaya mampu menetralkan kandungan kolesterol dalam daging kambing. Minuman itu bernama teh alfalfa.
Menurut pemilik Warung Salsabila, Qomarudin Sutrisno, alfalfa merupakan tanaman leguminosa yang telah lama dikenal di Amerika dan beberapa negara di Eropa. Tanaman itu sebenarnya merupakan tanaman jamu yang sudah dipakai di negara China sejak abad VI.
Kandungan zat gizi pada alfalfa sangat tinggi, berupa protein, vitamin, dan mineral. Tanaman itu tumbuh di dataran tinggi, sekitar 850 meter di atas permukaan laut. Di Kabupaten Tegal, alfalfa dibudidayakan di daerah Tuwel, Kecamatan Bojong. Qomarudin mengatakan, teh alfalfa berasal dari daun alfalfa yang dikeringkan dengan proses sederhana. Teh itu bisa diseduh dengan air hangat maupun dibuat minuman dingin.
Rasa teh alfalfa berbeda dengan rasa teh kebanyakan. Teh alfalfa terasa lebih tawar dan sedikit berbau alang-alang. Warnanya pun lebih bening dan sedikit kehijauan.
Menurut Qomarudin, saat ini baru ada satu warung di Kabupaten Tegal yang menyediakan minuman tersebut. Selain dibuat teh, pengunjung juga bisa menikmati daun alfalfa sebagai lalapan, baik secara mentah maupun dikukus terlebih dahulu.
Pengunjung cukup membayar Rp 2.000 untuk satu gelas teh alfalfa hangat dan Rp 2.500 untuk satu gelas teh alfalfa dingin. (Siwi Nurbiajanti)
Sumber :
Kompas - Jumat, 05 Januari 2007




