Warung Sate Salsabila Sajikan Teh Penurun Kolesterol
Bagi pencinta makanan dengan menu utama daging kambing, namun khawatir kadar kolesterolnya akan naik, kini tidak perlu ragu lagi mengonsumsi sate, gulai, sup, ataupun tongseng. Sebab, Warung Sate Salsabila di dekat Alun-alun Slawi, Kabupaten Tegal, menyajikan teh dan lalapan alfalfa (Medicago sativa L).
Menurut Qomarudin Sutrisno, pemilik warung itu, teh tersebut berkhasiat sebagai penurun kadar kolesterol, menghancurkan lemak, mencegah hipertensi, dan menurunkan gula darah.
Dia menjual teh tersebut dengan harga Rp 2.000, sedangkan es teh alfalfa Rp 2.500, dan lalapan alfalfa Rp 1.500. Warung tersebut juga menjajakan sate kambing paket hemat seharga Rp 8.500. Menunya meliputi nasi, sate, gule/sup/asem-asem, dan segelas air putih.
Murbiajanti, salah seorang pelanggan mengatakan, teh itu rasanya tawar. Lalapannya juga enak. “Sepertinya hanya warung ini yang menyajikan teh alfalfa,” katanya.
Qomarudin mengungkapkan, alfalfa juga memiliki kandungan vitamin A, D, E, K, C, B1, B2, B6, B12, Niacin, Panthothanic acid, Inocitole, Biotin, dan Folic Acid. Tanaman tersebut juga memiliki kandungan mineral, seperti phospor, calcium, potassium, sodium, chlorin, sulfur, magnesium, copper, mangane, fe, cobalt, boron, dan molybdnum, sedangkan elemen lainnya adalah nikkel, lead, strontium, dan palladium.
Untuk Obat
Ketua Cabang Institute for Science and Technology Studies Tegal itu mengungkapkan, pihaknya sedang mengembangkan tanaman alfalfa sebagai suplemen makanan dan mengembalikan habitatnya untuk obat-obat.
“Untuk bahan teh, lalapan, dan obat-obatan tersebut, kami memilih yang tanamannya paling bagus, seperti warnanya lebih hijau serta tidak ada bintik-bintik kuning,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, di lahan seluas satu hektare pihaknya mampu memproduksi tanaman sebanyak delapan ton.
Setelah tanaman tersebut dikeringkan, menjadi sekitar tiga ton. Sekali panen dia mengantongi uang sebesar Rp 1,5 juta.
Tanaman yang tumbuh di dataran tinggi atau lebih dari 500 meter di atas permukaan laut tersebut, banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi perah dan penggemukan sapi. Selain itu, juga di eskpor hingga ke Taiwan.
“Alfalfa itu berasal dari bahasa Arab yang artinya ibu tanaman yang berkhasiat. Tanaman tersebut di China juga dipergunakan untuk obat-obatan,” terangnya. (Aris M-29a)
Sumber :
Suara Merdeka - Rabu, 22 Nopember 2006




